Kamis, 07 Oktober 2010

Askep Blefaritis


BAB I
PENDAHULUAN
1.1          Latar Belakang
Saat ini banyak sekali masyarakat yang tidak peduli akan kesehatan dirinya. Sehingga memunculkan masalah-masalah kesehatan terutama gangguan pada indra penglihatan, salah satunya adalah bagian kelopak mata. Biasanya masyarakat menganggap remeh penyakit ini karena mereka beranggapan bahwa penyakit ini akan segera hilang. Padahal bila tidak ditangani dengan serius maka akan muncul berbagai komplikasi dari penyakit ini seperti Blefaritis salah satunya. Selain itu, penyakit ini juga dapat mengganggu pencitraan dirinya. Disinilah peran tenaga medis sangat dibutuhkan bagi masyarakat sebagai upaya memperbaiki tingkat kesehatan masyarakat.

1.2          Tujuan Penulisan
  1. Dapat mengetahui pengertian blefaritis
  2. Mampu menyebutkan penyebab terjadinya blefaritis
  3. Dapat menyebutkan bagaimana tanda dan gejala dari  penyakit blefaritis
  4. Mengetahui tentang klasifikasi dari blefaritis
  5. Mampu menyebutkan faktor pencetus dari penyakit blefaritis
  6. Dapat mengetahui komplikasi yang ditimbulkan dari penyakit blefaritis
  7. Pasien dan keluarga dapat mengetahui pengobatan dari penyakit blefaritis

1.3          Metode Penulisan
Dalam makalah ini kami menggunakan metode kajian pustaka dimana kami menggunakan sumber dari buku-buku serta tambahan sumber dari internet yang terkait dengan makalahyang kami buat.






BAB II
PEMBAHASAN

JENIS KELAINAN KELOPAK MATA

  1. Hordeolum
Peradangan akut/supuratif kelenjar kelopak mata.
E/ Stphylococ.
Ada 2 macam :
a.       Hordeolum Internum (meibom)
b.      Hordeolum Externum (zeis,mol)
            Gejala :
-         Bengkak
-         mengganjal
-         merah
-         ptosis

Penatalaksanaan
B/ pluktuasi negatif(benjolan tidak terlalu keras) → kompres hangat 10-15 menit, 3 kali sehari
B/ Fluktuasi positif (benjolan luas, ada nanah, keras) :
-         cloramphenicol salf mata.
-         Tetra siklin 500mg 3x1 (tidak boleh diberikan pada anak-anak karena akan menghambat pertumbuhan gigi).
-         Mefenamic acid 3x1 (untuk nyeri)
B.P Insisi

  1. Kalazion
Peradangan granulmatosa (benjolan-benjolan kecil) kelenjar meibom.
E/ Infeksi ringan → tersumbat (peradangan kronis)
Gejala :
-         Benjolan kelopak mata

Penatalaksanaan → sama seperti Hordeolum.
 
  1. Blefaritis
Infeksi kronik pada pinggir kelopak mata.
Ada 2 macam :
a.       Skuamosa → disebabkan oleh ketombe dan sering menempel pada bulu mata.
b.      Ulseratif (Staphylococ) → merusak pangkal bulu mata.

Gejala : Iritasi, rasa panas, gatal.

  1. Meibomitis
Peradangan  kronik kelenjar meibom.
Gejala : mata merah, iritasi, sekret sedikit tapi terus-menerus, pinggir margo merah, konjungtiva berbusa.

Perawatannya sama ditambah dengan antibiotik.

  1. Abses palpebra → Nanah yang luas dan perlu penanganan serius.
Komplikasi dari : Hordeolum, Bleparitis, dll.
 
  1. Herpes zoster oftalmik
E/ Ulnes Herpes Zoster
            G/
            -    Nyeri hebat 
-         panas pada kelopak mata
-         odema
-         krusta
Perawatan : Dibersihkan dengan NaCl ditambah diisi dengan salep asiklopir.
Kelainan Posisi Kelainan Kelopak Mata
1.   Entropion
      Margo palpebra mengarah ke dalam bola mata.
2.   Ektropion
      Margo palpebra mengarah ke luar.
3.   Ptosis
      Jatuhnya palpebra superior dalam keadaan mata terbuka.

2.1      KONSEP DASAR PENYAKIT

2.1.1        Definisi

Blefaritis adalah radang pada kelopak mata, sering mengenai bagian kelopak mata dan tepi kelopak mata. Pada beberapa kasus disertai tukak atau tidak pada tepi kelopak mata, biasanya melibatkan folikel dan kelenjar rambut.

Blefaritis adalah peradangan bilateral sub akut/menahun pada tepi kelopak mata (margo palpebra).

Blefaritis adalah inflamasi pada pinggir kelopak mata biasanya disebabkan oleh sthopilokokus.

     Ada 2 macam blefaritis :
a.   Infeksi yang terjadi pada kelopak mata
Pada kasus ini bulu mata rontok dan tidak diganti oleh yang baru karena ada destriksi folikel rambut. Pada pangkal rambut terdapat sisik kering (krusta) berwarna kuning pada bulu mata. Palpebra merah (mata”bertepi merah”)
b.  Blefaritis seborrheik
Inflamasi kelenjar kulit didalam bulu mata/kelenjar bulu mata. Pada kasus ini bulu mata cepat jatuh tetapi dapat diganti yang baru karena tidak ada destruksi folikel rambut. Didapatkan skuama (sisik berminyak) tepian palpebra tidak begitu merah.

2.1.2        Epidemiologi

      Pada 5% dari total jumlah penyakit mata yang dilaporkan pada rumah sakit (sekitar 2-5% berasal dari konsultasi pasien yang punya kaitan dengan penyakit mata). Insidensi blefaritis menurut WHO : Blefaritis staphylococcal sering terjadi pada wanita pada usia rata-rata 42 tahun dan biasanya disertai dengan mata kering pada 50% kasus, blefaritis seboroik umumnya terjadi pada pria dan wanita pada rata-rata usia 50 tahun dan disertai mata kering pada 33% kasus, sedangkan pada blefaritis meibom juga umum terjadi pada pria dan wanita pada usia rata-rata 50 tahun, dan disertai syndrom mata kering sekitar 20-40%.

2.1.3        Etiologi

Berdasarkan penyebabnya blefaritis dapat dibagi menjadi 2 yaitu:
  1. Blefaritis Ulseratif
Penyebabnya adalah staphylococcus aureus (stafilikokus epidermis).

  1. Blefaritis Non-Ulseratif
Penyebabnya adalah kelainan metabolisme dan jamur pitirusponem ovale.

Secara umum :
  1. Infeksi/alergi yang biasanya berjalan kronik/akibat disfungsi kelenjar meibom.
Contoh : Debu, asap, bahan kimia, iritatif/bahan kosmetik.
  1. Infeksi bakteri stafilokok, streptococcus alpha/beta hemolyticus, pnemokok, psedomonas, demodex folliculorum, hingga pityrosporum ovale.
  2. Infeksi oleh virus disebabkan herpes zoster, herpes simplex, vaksinia dan sebagainya.
  3. Jamur dapat menyebabkan superfisial (sistemik).


Blefaritis dapat disebabkan infeksi staphlococcus, dermatitis seboroik, gangguan kelenjar meibom, atau gangguan dari ketiganya. Blefaritis anterior biasanya disebabkan karena infeksi staphylococcus aureus, didapatkan pada 50% pada pasien yang menderita blefaritis, tapi hanya 10% orang yang tidak memberikan gejala blefaritis namun ditemukan bakteri staphylococcus. Infeksi staphylococcus epidermis didapatkan sekitar 95% pasien. Blefaritis seboroik serupa dengan dermatitis seboroik, dan posterior blefaritis (meibomian blefaritis) disebabkan gangguan kerja kelenjar meibom. Kelenjar meibom yang ada sepanjang batas kelopak mata, dibelakang batas bulu mata, kelenjar ini menghasilkan minyak ke kornea dan konjungtiva. Kelenjar ini disekresikan dari lapisan luar air mata yang bisa menghambat penguapan air mata, dan membuat permukaan mata menjadi tetap halus, serta membantu menjaga struktur dan keadaan mata. Sekresi protein pada pasien yang menderita kelainan kelenjar meibom berbeda komposisi dan kuantitas dari orang dengan mata normal. Ini menjelaskan kenapa pada pasien dengan kelainan kelenjar meibom jarang menderita sindrom mata kering. Kelenjar meibom berasal dari glandula sebasea.

2.1.5   Faktor Predisposisi
Sebenarnya yang mempengaruhi untuk terjadinya blefaritis, khususnya Staphylococcus Aureus, Stafilokokus epidermis ada faktor lainnya yaitu :
  • Kelainan metabolisme
  • Jamur pitirusporum ovale
  • Sebosea/ketombe
  • Kurangnya mengkonsumsi vitamin
  • Hygiene yang buruk


2.1.6 Klasifikasi

1.      BLEFARITIS BAKTERIAL
a.       Blefaritis Superfisial
      Bila infeksi kelopak superfisial disebabkan oleh staphylococcus maka pengobatan yang terbaik adalah dengan salep antibiotik seperti sulfasetamid dan sulfisolksazol. Sebelum pemberian antibiotik krusta diangkat dengan kapas basah. Bila terjadi blefaritis menahun maka dilakukan penekanan manual kelenjar meibom untuk mengeluarkan nanah dari kelenjar meibom (Meibormianitis), yang biasanya menyertai.



b.      Blefaritis Seboroik
Merupakan peradangan menahun yang sukar penanganannya. Biasanya terjadi pada laki-laki usia lanjut (50 tahun), dengan keluhan mata kotor, panas, dan rasa kelilipan. Gejalanya adalah sekret yang keluar dari kelenjar meiborn, air mata berbusa pada kantus lateral, hiperemia, dan hipertropi pupil pada konjungtiva. Pada kelopak dapat terbentuk kalazion, hordeolum, madarosis, poliosis, dan jaringan keropeng. Pengobatannya adalah dengan membersihkan menggunakan kapas lidi hangat. Kompres hangat sela 5-10 menit. Kelenjar meibom ditekan dan dibersihkan dengan shampo bayi.
c.       Blefaritis Skumosa
Blefaritis skuamosa adalah blefaritis disertai adanya skuama atau krusta pada pangkal bulu mata yang bila dikupas tidak mengakibatkan terjadinya luka kulit. Merupakan peradangan tepi kelopak terutama yang mengenai kulit didaerah akar bulu mata dan sering terdapat pada orang yang berambut minyak. Penyebabnya adalah kelainan metabolik ataupun oleh jamur. Pasien dengan  blefaritis skuamosa akan terasa gatal dan panas. Pada blefaritis skuamosa terdapat sisik berwarna halus-halus dan penebalan margo palpebra disertai madarosis. Sisik ini mudah dikupas dari dasarnya mengakibatkan pendarahan. Pengobatan blefaritis skuamosa ialah dengan membersihkan tepi kelopak dengan shampo bayi, salep mata, dan steroid setempat disertai dengan memperbaiki metabolisme pasien.
d.      Blefaritis Ulseratif
Merupakan peradangan tepi kelopak atau blefaritis dengan tukak akibat infeksi staphylococcus. Pada blefaritis ulseratif terdapat keropeng berwarna kekuning-kuningan yang bila diangkat akan terlihat ulkus yang kecil dan mengeluarkan darah disekitar bulu mata. Pada blefaritis ulseratif skuama yang terbentuk bersifat kering dan keras, yang bila diangkat akan terjadi luka dngan disertai pendarahan. Pengobatan dengan antibiotik dan higiene yang baik sedangkan pada blefaritis ulseratif dapat dengan sulfasetamid, gentamisin atau basitrasin. Apabila ulseratif mengalami peluasan, pengobatan harus ditambah antibiotik sistemik dan diberi roboransia.
e.       Blefaritis Angularis
Merupakan infeksi staphlococcus pada tepi kelopak di sudut kelopak atau kantus. Blefaritis angularis yang mengenai sudut kelopak mata (kantus eksternus dan internus) sehingga dapat mengakibatkan gangguan pada fungsi puntum lakrimal. Blefaritis angularis disebabkan oleh Staphylococcus aureus. Kelainan ini biasanya bersifat rekuren. Befaritis angularis diobati dengan sulfa, tetrasiklin dan seng sulfat. Penyulit pada punctum lakrimal bagian medial sudut mata yang akan menyumbat duktus lakrimal.
f.        Blefaritis Meibomianitis
Merupakan infeksi pada kelenjar meibom yang akan mengakibatkan tanda peradangan lokal pada kelenjar tersebut. Meibomianitis menahun perlu pengobatan kompres hangat, penekanan dan pengeluaran nanah dari dalam berulang kali disertai antibiotik lokal.

2.      BLEFARITIS VIRUS
a.   Herpes Zoster
        Virus ini dapat memberikan infeksi pada ganglion saraftrigeminus Biasanya   
        virus ini akan mengenai orang dengan usia lanjut. Bila yag terkena ganglion
        cabang oftalmik maka akan terlihat gejala-gejala herpes zoster pada mata dan kelopak mata atas. Gejala tidak akan melampaui garis medin kepala dengan tanda-tanda yang terlihat pada mata adalah rasa sakit pada daerah yang terkena dan badan terasa demam. Pada kelopak mata terlihat vesikel dan infiltrat pada kornea bila mata terkena. Lesi vesikel pada cabang oftalmik saraf trigeminus superfisial merupakan gejala yang khusus pada infeksi herpes zoster mata.
      
b.  Herpes Simplex
Vesikel kecil dikelilingi eritema yang dapat disertai dengan keadaan yang sama pada bibir merupakan tanda herpes simplex kelopak. Dikenal bentuk blefaritis simplex yang merupakan radang tepi kelopak ringan dengan terbentuknya krusta kuning basah pada tepi bulu mata, yang mengakibatkan kedua kelopak lengket.
3.      BLEFARITIS JAMUR
1.      Infeksi superfisial
2.      Infeksi jamur dalam
3.      Blefaritis pedikulosis : kadang-kadang pada penderita dengan higiene yang buruk akan dapat bersarang tuma atau kutu pada pangkal silia di daerah margo palpebra.


2.1.3    Gambaran klinik
Gejala :
  1. Blefaritis menyebabkan kemerahan dan penebalan, bisa juga terbentuk sisik dan keropeng atau luka terbuka yang dangkal pada kelopak mata.
  2. Blefaritis bisa menyebabkan penderita merasa ada sesuatu di matanya. Mata dan kelopak mata terasa gatal, panas, dan menjadi merah. Bisa terjadi pembengkakan kelopak mata dan beberapa helai bulu mata rontok.
  3. Mata menjadi merah, berair dan peka terhadap cahaya terang. Bisa juga terbentuk keropeng yang melekat erat pada tepi kelopak mata; jika keropeng dilepaskan, bisa terjadi pendarahan.
  4. Selama tidur, sekresi mata mengering sehingga ketika bangun kelopak mata sukar dibuka.

Tanda :
  1. Skuama pada tepi kelopak
  2. Jumlah bulu mata berkurang
  3. Obstruksi dan sumbatan duktus meibom
  4. Sekresi Meibom keruh
  5. Infeksi pada tepi kelopak
  6. Abnormalitas film air mata.
2.1.7   Pemeriksaan Fisik
   -   Visus
      -   Pemeriksaan (loupe, slit lamp) : permukaan konjungtiva, kornea, COA, Iris dan pupil
      -   Palpasi : Odema kelopak mata, kejang kelopak mata.

2.1.8   Pemeriksaan Penunjang
           Dilakukan pemeriksaan mikrobiologi untuk mengetahui penyebabnya:
a.       Uji Laboratorium
b.      Radiografi
-         Fluorescein Angiografi
-         Computed Tomografi
-         Pemeriksaan dengan slit lamp
                                                                                                          
2.1.9    Pengobatan
            Pengobatan tergantung dari jenis blefaritisnya, namun kunci dari semua jenis blefaritis adalah menjaga kebersihan kelopak mata dan menghindarkan dari kerak. Sangat dianjurkan untuk mengurangi dan menghentikan penggunaan bedak atau kosmetik saat dalam penyembuhan blefaritis, karena jika kosmetik tetap digunakan maka akan sulit untuk menjaga kelopak mata tetap bersih. Kompres dengan air hangat untuk mengurangi kerak. Bila belum terjadi komplikasi bahan pembersih seperti campuran air dan shampo bayi atau dengan menggunakan produk pembersih kelopak mata dapat pula  dipergunakan. Untuk kasus yang disebabkan oleh infeksi bakteri, antibiotik dapat dipergunakan sedangkan untuk membasmi bakteri terkadang diberikan salep antibiotik (misalnya erythroicyn atau sulfacetamide) atau antibiotik per oral (misalnya tetracycline).
            Jika terdapat dermatitis seboroik maka harus diobati terlebih dahulu. Jika terdapat kutu, bisa dihilangkan dengan mengoleskan dengan jeli petroleum pada dasar bulu mata. Jika kelenjar kelopak mata tersumbat, maka perlu dilakukan pemijitan pada kelopak mata untuk mengeluarkan sisa yang mengumpul sehingga bisa menghambat aliran kelenjar kelopak mata. Cairan air mata buatan atau minyak pelembut disarankan pada beberapa kasus. Jika pasien menggunakan lensa kontak, sebaiknya disarankan untuk menghentikan pemakaiannya terlebih dahulu selama proses pengobatan. Blefaritis tidak dapat disembuhkan secara sempurna meski pengobatan telah berhasil, kemungkinan kembali terserang penyakit ini sangat mungkin terjadi.

2.1.10   Komplikasi
             Komplikasi yang berat karena lefaritis jarang terjadi. Komplikasi yang paling sering terjadi pada pasien yang menggunakan lensa kontak. Mungkin sebaiknya disarankan untuk sementara waktu menggunakan alat bantu lain seperti kaca mata sampai gejala blefaritis hilang.

  1. Syndrome mata kering
Adalah komplikasi yang paling sering terjadi pada blefaritis. Syndrome mata kering (keratokonjungtivis sica) adalah kondisi dimana mata pasien tidak bisa memproduksi air mata yang cukup, atau air mata menguap terlalu cepat. Ini bisa menyebabkan mata kekurangan air dan menjadi meradang. Syndrome ini dapat terjadi karena dipengaruhi gejala blefaritis, dermatitis seboroik, dan dermatitis rosea, namun dapat juga disebabkan karena kualitas air mata yang kurang baik.
Gejalanya ditandai dengan nyeri atau kering, sekitar mata, dan ada yang mengganjal di dalam mata dengan penglihatan yang buram. Semua gejala tersebut dapat dihilangkan dengan menggunakan obat tetes mata yang mengandung cairan yang dibuat untuk bisa menggantikan air mata.
  1. Konjungtivitis
Adalah peradangan pada mata. Ini terjadi ketika ada bakteri didalam kelopak mata. Kondisi ini menyebabkan efek buruk pada penglihatan. Pada banyak kasus konjungtivitis akan hilang setelah dua atau tiga minggu tanpa perlu pengobatan. Antibiotik berupa obat tetes mata disarankan untuk mengurangi gejala, atau untuk menghindari infeksi berulang. Akan tetapi, pada beberapa kasus masih didapatkan bahwa penggunaan antibiotik tetes tidak lebih cepat memperbaiki kondisi dibanding dengan menunggu sampai kondisi itu kembali lagi tanpa pengobatan apapun.

  1. Kista meibom
Adalah pembengkakan yang terjadi pada kelopak mata. Ini bisa terjadi ketika salah satu kelenjar meibom meradang da menyebabkan blefaritis. Kista umumnya tapa rasa sakit, kecuali jika disertai dengan infeksi, yang memerlukan antibiotik. Penggunaan kompres hangat untuk kista bisa membuat kista mengecil, akan tetapi kista itu sering menghilang dengan sendirinya. Jika kista tetap ada, ini dapat dihilangkan dengan bedah sederhana dengan anastesi lokal. 
  1. Bintil pada kelopak mata
Bintil pada  kelopak mata ini merupakan benjolan yang nyeri yang terbentuk di luar kelopak mata. Ini disebabkan karena infeksi bakteri pada folikel bulu mata ( yang berlokasi di dasar bulu mata). Pada kasus ringan bisa disembuhkan dengan kompres hangat pada daerah sekitar bintil. Namun, pada kasus yang berat perlu diberikan antibiotik salep dan tablet.

2.1.11   Prognosis 
             Bisa menyebabkan komplikasidan terjadi kekambuhan. Namun, blefaritis tidak menyebabkan kerusakan pandangan dan penglihatan.

2.2     KONSEP DASAR ASUHAN KEPERAWATAN
3.2.1 Pengkajian
a.       Data Subjektif
·        Orang dengan radang mata dapat mengeluh gatal-gatal
·        Nyeri (ringan sampai berat) pada kelopak mata
·        Lakrimasi (mata selalu berair)
·        Sensitif terhadap cahaya (fotopobia)
·        Kejang kelopak mata (blepharospasme)
·        Gelisah akibat gatal-gatal/nyeri
·        Penderita merasa ada sesuatu di matanya
·        Malu dan kurang percaya diri akibat efek dari penyakitnya (bulu mata rotok dan tidak terganti)
·        Pandangan mata kabur dan ketajaman penglihatan menurun

b.      Data objektif
·        Kemerahan
·        Edema kelopak mata
·        Pengeluaran pus
·        Kelopak mata dapat menjadi rapat ketika tidur
2.2.2 Diagnosa keperawatan yang mungkin muncul
1.      Nyeri akut b/d iritasi peningkatan secret dan fotofobia sekunder akibat peradangan di margo papebra d/d kelopak mata dapat menjadi rapat ketika tidur, sensitive terhadap cahaya, rasa panas pada mata , skala nyeri 1-6
2.      Gangguan persepsi sensori perseptual b/d tergeseknya kornea  d/d pandangan kabur, ketajaman mata menurun
3.      Kerusakan integritas kulit  b/d pelepasan lapisan tanduk di kulit dan di daerah bulu mata,pelepasan krusta warna kuning d/d adanya skuama /sisik, bulu mata lengket, gatal-gatal.
4.      Harga diri rendah b/d bulu mata rontok dan tidak diganti dg yang baru d/d klien malu  tidak pecaya diri
5.      Ansietas b/d penyakit yang diderita d/d klien tampak cemas dengan penyakitnya
6.      Kurang pengetahuan (tentang penyakit dan penatalaksanaannya) yang b/d keterbatasan informasi d/d OS menggosok-gosok mata, mengeluh gatal-gatal,kemerahan
7.      Resiko cedera b/d gangguan penglihatan , fotopobia ,adanya secret mukopurulen, menempelnya bulu mata
2.2.3 Intervensi Keperawatan
NO
Dx. Keperawatan
Tujuan dan kreteria hasil
Intervensi
Rasional
1.





















































2.



















3

























4
































5.







































6.


















































7.

Setelah dilakukan tindakan asuhan keperawatan selama 3x24 jam diharapkan nyeri dapat ditoleransi dg
KH klien:
-          Mengalami perbaikan keluhan
-          Menjelaskan tanda-tanda perbaikan keluhan
-          Skala nyeri 0-1






































Setelah dilakukan tindakan asuhan keperawatan selama 3x24 jam diharapkan pasien dapt melihat  normal dgn KH:

-          Peningkatan ketajaman penglihatan dalan batas situasi individu.







Setelah dilakukan tindakan asuhan keperawatan selama 3x24 jam diharapkan kerusakan integritas kulit dapat teratasi dgn KH:
-          Skuama/sisik berkurang

-          Gatal berkurang sampai hilang

-           Bulu mata tidak lengket










Setelah dilakukan tindakan asuhan keperawatan selama 3x24 jam diharapkan pasien tidak merasa malu dan dapat menyesuaikan diri dengan keadaan fisiknyadgn KH: pasien dapat menyatakan gambaran diri lebih nyata






















Setelah dilakukan tindakan asuhan keperawatan selama 1x24 jam diharapkan klien tidak cemas lagi dan dapat beradaptasi terhadap penyakitnya dgn KH:
-          Melaporkan pengetahuan yang cukup terhadap penyakitnya
-          Klien menerima penyakt yang dialami
























Setelah dilakukan tindakan asuhan keperawatan selama 1x60 mnt diharapkan klienmendapat informasi yang cukup tentang tindakan yang akan dilakukan dgn KH:
-          Mengetahui dan mampu menyebutkan kembali tintakan yang harus dilakukan untuk meningkatkan keadaan umum, penggunaan obat-obatan.





















Setelah dilakukan tindakan asuhan keperawatan selama 3x24 mnt diharapkan
Resiko cedera tidak terjadi lagi dgnKH:
Mendemonstrasikan kemampuan untuk melaksanakan aktivitas dalam cara aman
-          Menggungkapkan pemahaman tentang








1.      Observasi tingkat nyeri




2.      Observasi TTV





3.      Jelaskan penyebab nyeri


4.      Kompres daerah mata dengan air hangat




5.      Oleskan kelopak yang sudah dibersihkan dgn obat salep mata,menggunakan aplikator kapas (yang meliputi antibiotika, antistafilokok, sulfonamide, AgNO3 1% - 2% untuk blefaritis ulseratif, kortikosteroid untuk peradangan





1.      Observasi kemampuan melihat . mengorientasikan pasien terhadap lingkungan dan aktifitas.

2.      Menjelaskan terjadinya gangguan persepsi penglihatan


1.      Kopmpres tepi kelopak mata 3 kali atau sesuai kebutuhan , sambil menekan-nekan kelenjar untuk mengeluarkan isinya.

2.      Kolaborasi pemberian salep mata



1.      Buat hubungan terapeutik perawat atau pasien








2.      Tingkatkan konsep diri







3.      Dorong pasien untuk mengargai hidup sendiri dengan cara lebih sehat dengan membuat keputusan sendiri dan menerima diri sebagai diri sendiri saat ini.


1.      Kaji tingkat ansietas, pengalaman dan pengetahuan Klien tentang kondisi saat ini.













2.      Berikan informasi yang akurat dan jujur tentang penyakitnya dan beri tahu bahwa pengawasan dan pengobatan dapat mencegah gangguan penglihatan .


3.      Dorong klien untuk mengakui masalah dan mengekspresikan perasaannya.




1.      Tekankan dan beri tahu klien tetang penting nya perbaikan keadaan umum, meliputi kebersihan perorangan terutama mata dan peningkatan gizi.

2.      Anjurkan klie n untuk tidak mengerjakan pekerjaan dekat terlalu lama.



3.      Anjurkan klien untuk tidak merokok.




4.      Beri tahu klien bahwa pengobatan harus dilakukan secara teratur dan tuntas.


















1.      Dapatkan deskripsi fungsional tentang apa yang bias dan tidak dilihat oleh klien


2.      Orientasikan klien terhadaplingkungan sekitar.




3.      Batasi aktivitas klien (seperti menggerakan kepala tiba-tiba ,dll) Dan bantu aktivitas klie sesuai





1.  Mengetahui tingkat nyeri untuk memudahkan intervensi selanjutnya

2. Untuk mengetahui (TD, Nadi,Suhu,Pernafasan )


3.      Untuk menambah pengetahuan pasien

4.      Kompres menggunakan air hangat dapat mengurangi rasa nyeri



5.      Mengurangi peradangan dan mencegah terjadinya infeksi lebih lanjut


















1.      Untuk mengetahui sejauh mana kemampuan melihat





2.      Untuk meningkatkan pemahaman dan mengurangi ansietas pasien

1.      Kompres membersihkan tepi kelopak mata dari krusta /skuama












2.      Dapat mengurangi terjadinya iritasi lebih lanjut



1.      Dalam hubungn membantu, pasien dapat mulai untuk mempercayai dan mencoba pemikiran dan prilaku baru

2.      Pasien melihat diri sebagai lemah harapan, meskipun bagian pribadi merasa kuat dan dapat mengontrol

3.      Pasien sering tidak tahu apakah yang diingikan untuk dirinya sendiri



1.      Ansietas, pengalaman dan pengetahuan dapat mempengaruhi persepsi klien tehadap penyakit,penerrimaan klien dan upaya klien untuk mengontrol penyakit.


2.      Mengurangi ansietas dan memberikan dasar fakta untuk menerima informasi tentang pengobatan



3.      Member kesempatan menerima situasi nyata, mengklarifikasi salah konsepsi dan pemecahan masalah.



1.      Blefaritis dapat timbul karena penurunan status kesehatan dan malnutrisi.






2.      Akomodasi mata yang berlebihan akan menimbulkan kelelahan pada mata

3.      Pemajanan asap pada mata akan memperhebat iritasi pada mata.

4.      Pengobatan yang tidak memadai akan membuat blefaritis dari kedua tipe bercampur dan menjadi menahun serta menimbulkan berbagai macam komplikasi dan kerusakan kornea karena timbulnyatrikiasis Memberikan data

5.      dasar tetang pandangan akurat klien



1.      Klien mengenal lingkungannya sehingga cedera dapat dihindari.

2.      Memenuhi kebutuhan sehari-hari klien tanpa menyebabkan cedera





























2.2.4 Evaluasi
1. Untuk diagnose pertama
- Evaluasi              Tujuan tercapai
Ø                                      Iritasi berkurang, sekret menurun
Ø                                      Nyeri berkurang sampai hilang
Ø                                      OS dapat menjelaskan tanda – tanda perbaikan
2. Untuk diagnose kedua
- Evaluasi              Tujuan tercapai
Ø                                      Pandangan tidak kabur
Ø                                      Ketajaman penglihatan meningkat
3. Untuk diagnose ketiga
- Evaluasi              Tujuan tercapai
Ø                                      Skuama/sisik berkurang
Ø                                      Gatal berkurang sampai hilang
Ø                                      Bulu mata tidak lengket
4. Untuk diagnose keempat
- Evaluasi              Tujuan tercapai
Ø                                      Pasien dapat menyatakan gambaran diri lebih nyata
5. Untuk diagnose kelima
- Evaluasi              Tujuan tercapai
Ø                                      Melaporkan pengetahuan yang cukup terhadap penyakitnya
Ø                                      Klien menerima penyakit yang dialami

6. Untuk diagnose keenam
- Evaluasi              Tujuan tercapai
Ø                                      Mengetahui dan mampu menyebutkan kembali tindakan yang harus dilakukan untuk meningkatkan keadaan umum, penggunaan obat – obatan
7. Untuk diagnose ketujuh
- Evaluasi              Tujuan tercapai
Ø                                      Mendemonstrasikan kemampuan untuk melaksanakan aktivitas dalam cara yang aman
Ø                                      Mengungkapkan pemahaman tentang pembatasan yang dibutuhkan

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Blefaritis adalah peradangan pada kelopak mata yang ditandai dengan kelopak mata yang berminyak. Disebabkan karena bakteri jamur dan virus atau juga karena gangguan aliran kelenjar meibom pada kelopak mata. Blefaritis memberikan gejala mata merah, berair dan nyeri, serta rontoknya bulu mata. Blefaritis sebenarnya bisa hilang tanpa pengobatan, karena prinsip utama pengobatan blefaritis adalah kebersihan kelopak mata, namun untuk membantu mempercepat penyembuhan biasanya diberikan theraphy khusus sesuai dengan penyebab dari blefaritis tersebut

3.2 Saran
Dengan pembuatan makalah ini diharapkan mahasiswa lebih gampang mempelajari terapan ilmu keperawatan khususnya pada system persepsi sensori mengenai penyakit Blefaritis.
Dengan pembuatan makalah ini, diharapkan para pembaca akan lebih memahami mengenai penyakit pada mata khususnya penyakit Blefaritis. Sehingga diharapkan kita dapat lebih menjaga kebersihan diri kita khususnya mata, agar mata kita dapat terhindar dari penyakit mata











DAFTAR PUSTAKA

Barbara C. Long. 1996. Perawatan Medikal Bedah 2. Padjajaran Bandung; Bandung.

Istiqomah, dkk. 2004. Asuhan Keperawatan Pada Klien Dengan Gangguan Mata. EGC; Jakarta.

Radjamin, Tamin. 1984. Ilmu Penyakit Mata. Airlangga University : Surabaya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar